Pada Blog ini saya akan menjelaskan mengenai Konsep Reaksi Oksidasi dan Reduksi yang dipelajari oleh siswa siswi SMA kelas 10 pada Semester 2.
A. Uraian Materi
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
konsep tentang reaksi redoks juga mengalami perkembangan. Pada awalnya
konsep reaksi redoks didasarkan pada keterlibatan oksigen. Reaksi yang
mengikat oksigen dinamakan reaksi oksidasi dan reaksi yang melepaskan
oksigen dinamakan reaksi reduksi. Pada perkembangan berikutnya ditemukan
bahwa reaksi redoks tidak selalu melibatkan oksigen. Para ahli meninjau dari
serah terima elektron. Reaksi oksidasi melepaskan elektron sedangkan reaksi
reduksi menerima elektron. Pada perkembangan terakhir, reaksi redoks
didasarkan pada perubahan bilangan oksidasi.
1. Konsep reaksi redoks berdasarkan penggabungan dan pelepasan
oksigen
Pada uraian di atas digambarkan bahwa besi akan lebih cepat
berkarat ketika cat telah mengelupas, mengapa? Hal ini terkait dengan
keberadaan oksigen. Ketika oksigen bereaksi dengan permukaan besi
maka akan terjadi reaksi antara oksigen dan besi. Reaksi yang terjadi
adalah reaksi oksidasi, yaitu penggabungan oksigen dengan logam besi
membentuk karat besi.
Pada konsep ini reduksi oksidasi didefinisikan:
Oksidasi adalah penggabungan oksigen dengan unsur atau senyawa.
Reduksi adalah pelepasan oksigen dari senyawanya.
Contoh reaksi oksidasi:
- penggabungan oksigen dengan unsur
4Fe + 3O2 ? 2Fe2O3
C + O2 ? CO2
- penggabungan oksigen dengan senyawa
CH4 + 2O2 ? CO2 + 2H2O
2CO + O2 ? 2CO2
Contoh reaksi reduksi:
- Pelepasan oksigen dari senyawanya
2Fe2O3 ? 4Fe + 3O2
2Ag2O ? 4Ag + O2
2. Konsep reaksi redoks berdasarkan penggabungan dan pelepasan
elektron
Beberapa reaksi reduksi oksidasi tidak melibatkan oksigen, sehingga
konsep reduksi oksidasi perlu diperluas. Misalnya pada reaksi Na + Cl ?
NaCl.
Untuk menjelaskan konsep reduksi oksidasi dapat ditinjau dari serah
terima elektron
Pada konsep ini reduksi oksidasi didefinisikan:
Oksidasi adalah pelepasan elektron
Reduksi adalah penerimaan elektron
Contoh:
- reaksi antara Na dan Cl2 membentuk NaCl
Pada reaksi ini Na melepaskan 1 elektron yang kemudian diterima
Cl + Cl2 = 2NaCl
atau Na + ½Cl2 = NaCl
serah terima elektron yang terjadi:
Na = Na+ + e Na melepas elektron (oksidasi)
½Cl2 + e = Cl- Cl menerima elektron (reduksi)
- reaksi antara Ca dan Cl2 membentuk CaCl2
Pada reaksi ini Ca melepaskan 2 elektron yang kemudian diterima
ClCa + Cl2 = CaCl2
serah terima elektron yang terjadi:
Ca = Ca2+ + 2e Ca melepas elektron (oksidasi)
Cl2 + 2e = 2Cl- Cl menerima elektron (reduksi)
3. Konsep reaksi redoks berdasarkan perubahan bilangan oksidasi
Pada reaksi redoks yang kompleks akan sulit menentukan atom mana
yang melepas atau menerima elektron. Para ahli kimia mengatasi hal ini
dengan mengkaitkan reaksi oksidasi dan reduksi dengan perubahan
bilangan oksidasi.
Untuk dapat menerapkan konsep ini, terlebih dahulu perlu memahami
pengertian bilangan oksidasi dan cara menentukan bilangan oksidasi.
Setelah itu akan dibahas perubahan bilangan oksidasi pada suatu reaksi
redoks.
BILANGAN OKSIDASI
Bilangan oksidasi (bilok atau bo) adalah bilangan yang menunjukkan
muatan yang disumbangkan oleh atom unsur tersebut pada molekul atau ion
yang dibentuknya. Misalnya pada NaCl yang terbentuk melalui ikatan ion,
maka bilangan oksidasi Na adalah +1 dan bilangan oksidasi Cl adalah -1.
Untuk senyawa HCl yang terbentuk melalui ikatan kovalen, H lebih
elektropositif mempunyai bilangan oksidasi +1, sedangkan Cl lebih
elektronegatif mempunyai bilangan oksidasi -1.
Secara umum, untuk dua atom yang berikatan secara ionik maupun kovalen
berlaku:
- Atom unsur dengan keelektronegatifan lebih besar akan mempunyai
bilangan oksidasi negatif.
- Atom unsur dengan keelektronegatifan lebih kecil (lebih elektropositif)
mempunyai bilangan oksidasi positif.
Berikut ini bebrapa aturan yang dapat membantu menentukan bilangan
oksidasi suatu atom.
Aturan 1:
Bilangan oksidasi atom dalam unsur bebas sama dengan 0 (nol)
Contoh: bilok atom pada unsur Fe, Na, Cu, H2, Cl2, Br2, I2, O2 = 0
Aturan 2:
Bilangan oksidasi ion monoatom sama dengan muatan ionnya.
Contoh
- bilok ion Fe2+ = +2
- bilok ion Na+ = +1
- bilok ion Cl- = -1
- bilok ion S2- = -2
Aturan 3:
Bilangan oksidasi logam golongan IA (Li, Na, K, Rb, Cs) dalam senyawa = +1
Bilangan oksidasi logam golongan IIA (Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra) dalam senyawa=+2
Contoh
- bilok Na dalam NaOH = +1
- bilok K dalam KCl = +1
- bilok Mg dalam MgO = +2
- bilok Ca dalam CaCl2 = -2
Aturan 4 :
Bilangan oksidasi H dalam senyawa umumnya = +1
Bilangan oksdasi H dalam senyawa hidrida logam = -1
Contoh
- bilok H dalam HCl, H2O, NH3 = +1
- bilok H dalam NaH, CaH2 = -1
Aturan 5 :
Bilangan oksidasi oksigen (O) dalam senyawa umumnya =-2 (senyawaoksida)
Bilangan okidasi oksigen (O) dalam senyawa peroksida = -1
Bilangan oksidasi oksigen (O) dalam senyawa peroksida = - ½
Bilangan oksidasi oksigen (O) dalam senyawa biner fluorida = +2
Contoh
- bilok O dalam Na2O, CaO = -2
- bilok O dalam NaO, CaO2 = -1
- bilok O dalam NaO 2, KO2 = - ½
- bilok O dalam OF2 = +2
Aturan 6 :
Jumlah bilangan oksidasi dalam senyawa netral = 0
Jumlah bilangan oksidasi dalam ion poliatom = muatan ionnya
Contoh
- dalam senyawa H2SO4
2 x bilok H + bilok S + 4 x bilok O = 0
- dalam ion Cr2O7pangkat -2
2 x bilok Cr + 7 x bilok O = -2
Reaksi Redoks tidaklah sulit untuk dipelajari, asalkan kita tau aturan-aturannya
kita pasti langsung bisa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan bapak/ibu guru dikelas.
selamat Belajar !
A. Uraian Materi
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,
konsep tentang reaksi redoks juga mengalami perkembangan. Pada awalnya
konsep reaksi redoks didasarkan pada keterlibatan oksigen. Reaksi yang
mengikat oksigen dinamakan reaksi oksidasi dan reaksi yang melepaskan
oksigen dinamakan reaksi reduksi. Pada perkembangan berikutnya ditemukan
bahwa reaksi redoks tidak selalu melibatkan oksigen. Para ahli meninjau dari
serah terima elektron. Reaksi oksidasi melepaskan elektron sedangkan reaksi
reduksi menerima elektron. Pada perkembangan terakhir, reaksi redoks
didasarkan pada perubahan bilangan oksidasi.
1. Konsep reaksi redoks berdasarkan penggabungan dan pelepasan
oksigen
Pada uraian di atas digambarkan bahwa besi akan lebih cepat
berkarat ketika cat telah mengelupas, mengapa? Hal ini terkait dengan
keberadaan oksigen. Ketika oksigen bereaksi dengan permukaan besi
maka akan terjadi reaksi antara oksigen dan besi. Reaksi yang terjadi
adalah reaksi oksidasi, yaitu penggabungan oksigen dengan logam besi
membentuk karat besi.
Pada konsep ini reduksi oksidasi didefinisikan:
Oksidasi adalah penggabungan oksigen dengan unsur atau senyawa.
Reduksi adalah pelepasan oksigen dari senyawanya.
Contoh reaksi oksidasi:
- penggabungan oksigen dengan unsur
4Fe + 3O2 ? 2Fe2O3
C + O2 ? CO2
- penggabungan oksigen dengan senyawa
CH4 + 2O2 ? CO2 + 2H2O
2CO + O2 ? 2CO2
Contoh reaksi reduksi:
- Pelepasan oksigen dari senyawanya
2Fe2O3 ? 4Fe + 3O2
2Ag2O ? 4Ag + O2
2. Konsep reaksi redoks berdasarkan penggabungan dan pelepasan
elektron
Beberapa reaksi reduksi oksidasi tidak melibatkan oksigen, sehingga
konsep reduksi oksidasi perlu diperluas. Misalnya pada reaksi Na + Cl ?
NaCl.
Untuk menjelaskan konsep reduksi oksidasi dapat ditinjau dari serah
terima elektron
Pada konsep ini reduksi oksidasi didefinisikan:
Oksidasi adalah pelepasan elektron
Reduksi adalah penerimaan elektron
Contoh:
- reaksi antara Na dan Cl2 membentuk NaCl
Pada reaksi ini Na melepaskan 1 elektron yang kemudian diterima
Cl + Cl2 = 2NaCl
atau Na + ½Cl2 = NaCl
serah terima elektron yang terjadi:
Na = Na+ + e Na melepas elektron (oksidasi)
½Cl2 + e = Cl- Cl menerima elektron (reduksi)
- reaksi antara Ca dan Cl2 membentuk CaCl2
Pada reaksi ini Ca melepaskan 2 elektron yang kemudian diterima
ClCa + Cl2 = CaCl2
serah terima elektron yang terjadi:
Ca = Ca2+ + 2e Ca melepas elektron (oksidasi)
Cl2 + 2e = 2Cl- Cl menerima elektron (reduksi)
3. Konsep reaksi redoks berdasarkan perubahan bilangan oksidasi
Pada reaksi redoks yang kompleks akan sulit menentukan atom mana
yang melepas atau menerima elektron. Para ahli kimia mengatasi hal ini
dengan mengkaitkan reaksi oksidasi dan reduksi dengan perubahan
bilangan oksidasi.
Untuk dapat menerapkan konsep ini, terlebih dahulu perlu memahami
pengertian bilangan oksidasi dan cara menentukan bilangan oksidasi.
Setelah itu akan dibahas perubahan bilangan oksidasi pada suatu reaksi
redoks.
BILANGAN OKSIDASI
Bilangan oksidasi (bilok atau bo) adalah bilangan yang menunjukkan
muatan yang disumbangkan oleh atom unsur tersebut pada molekul atau ion
yang dibentuknya. Misalnya pada NaCl yang terbentuk melalui ikatan ion,
maka bilangan oksidasi Na adalah +1 dan bilangan oksidasi Cl adalah -1.
Untuk senyawa HCl yang terbentuk melalui ikatan kovalen, H lebih
elektropositif mempunyai bilangan oksidasi +1, sedangkan Cl lebih
elektronegatif mempunyai bilangan oksidasi -1.
Secara umum, untuk dua atom yang berikatan secara ionik maupun kovalen
berlaku:
- Atom unsur dengan keelektronegatifan lebih besar akan mempunyai
bilangan oksidasi negatif.
- Atom unsur dengan keelektronegatifan lebih kecil (lebih elektropositif)
mempunyai bilangan oksidasi positif.
Berikut ini bebrapa aturan yang dapat membantu menentukan bilangan
oksidasi suatu atom.
Aturan 1:
Bilangan oksidasi atom dalam unsur bebas sama dengan 0 (nol)
Contoh: bilok atom pada unsur Fe, Na, Cu, H2, Cl2, Br2, I2, O2 = 0
Aturan 2:
Bilangan oksidasi ion monoatom sama dengan muatan ionnya.
Contoh
- bilok ion Fe2+ = +2
- bilok ion Na+ = +1
- bilok ion Cl- = -1
- bilok ion S2- = -2
Aturan 3:
Bilangan oksidasi logam golongan IA (Li, Na, K, Rb, Cs) dalam senyawa = +1
Bilangan oksidasi logam golongan IIA (Be, Mg, Ca, Sr, Ba, Ra) dalam senyawa=+2
Contoh
- bilok Na dalam NaOH = +1
- bilok K dalam KCl = +1
- bilok Mg dalam MgO = +2
- bilok Ca dalam CaCl2 = -2
Aturan 4 :
Bilangan oksidasi H dalam senyawa umumnya = +1
Bilangan oksdasi H dalam senyawa hidrida logam = -1
Contoh
- bilok H dalam HCl, H2O, NH3 = +1
- bilok H dalam NaH, CaH2 = -1
Aturan 5 :
Bilangan oksidasi oksigen (O) dalam senyawa umumnya =-2 (senyawaoksida)
Bilangan okidasi oksigen (O) dalam senyawa peroksida = -1
Bilangan oksidasi oksigen (O) dalam senyawa peroksida = - ½
Bilangan oksidasi oksigen (O) dalam senyawa biner fluorida = +2
Contoh
- bilok O dalam Na2O, CaO = -2
- bilok O dalam NaO, CaO2 = -1
- bilok O dalam NaO 2, KO2 = - ½
- bilok O dalam OF2 = +2
Aturan 6 :
Jumlah bilangan oksidasi dalam senyawa netral = 0
Jumlah bilangan oksidasi dalam ion poliatom = muatan ionnya
Contoh
- dalam senyawa H2SO4
2 x bilok H + bilok S + 4 x bilok O = 0
- dalam ion Cr2O7pangkat -2
2 x bilok Cr + 7 x bilok O = -2
Reaksi Redoks tidaklah sulit untuk dipelajari, asalkan kita tau aturan-aturannya
kita pasti langsung bisa mengerjakan tugas-tugas yang diberikan bapak/ibu guru dikelas.
selamat Belajar !



1 komentar:
Review - Casinos by Casino Site | Choego Casino
Choose the most trusted and deccasino reputable casino site in 카지노사이트 the world. Get bonuses, games 제왕 카지노 and promotions for your online casino game at Choego Casino!
Posting Komentar